Panduan Lengkap Cara Menanam Timun Yang Benar

Cara Menanam Timun Yang Benar – Timun merupakan jenis tanaman sayuran yang kaya akan manfaat, timun dapat dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Timun juga bisa dimanfaatkan untuk lalapan, lalapan dari bahan timun mudah didapatkan di warung-warung lamongan yang pasti selalu menyedian lalapan dari timun. Mengapa timun bisa dijadikan lalapan atau pendamping makanan? Karena timun bisa menurunkan rasa enak ketika seseorang mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak atau minyak. Sehingga dapat terasa segar, begitu juga timun dapat di buat menjadi acar. Timun dapat ditanam dimana saja yang penting adalah prosedur atau tata cara menanam timun yang benar dan juga perawatannya.

Cara Menanam Timun Yang Benar

Baca Juga : Panduan Cara Menanam Ketimun Yang Baik

Langkah-langkah Cara Menanam Timun Yang Benar

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita menanam timun, yaitu:

A. Memilih Bibit Berkualitas

Bibit harus dipilih sesuai dengan kemampuan dari kualitas bibit itu sendiri, jangan pilih bibit yang busuk atau ada cacat nya.

B. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan diharuskan dengan cara dan tekhnik yang baik tentunya, hal ini bertujuan untuk menunjang pertumbuhan bibit agar bisa bertumbuh dengan baik. Tentunya jika tanaman yang kita tanam bisa bertumbuh dengan baik maka kita juga akan bahagia bukan??? Nah, disini saya akan kasih ulasan bagaimana cara mengolah lahan yang benar. Pengolahan lahan merupakan salah satu faktor utama keberhasilan dalam cara menanam timun yang benar. Pengolahan lahan ini yaitu meliputi:

  1. Lahan dicangkul dengen kedalaman sekitar 25 cm, setelah itu buatlah lubang dengan kedalaman 10 cm dengan panjang atau lebar yang sama yaitu sekitar 10 cm juga.
  2. Masukkan pupuk kandang kedalam lubang yang sudah dibuat dengan sebanyak kira-kira dua kepal tangan orang dewasa.
  3. Diatas pupuk kandang kemudian ditambahkan pupuk urea atau bisa juga dengan pupuk KCL, pupuk ini bertujuan untuk mendongkrak atau menambah pada kesuburan tanaman timun.
  4. Setelah itu diatas pupuk yang sudah dimasukkan yaitu selanjutnya menutup menggunakan tanah dengan ketebalan kira-kira sekitar 5 cm.
  5. Pada tanah yang sudah digunakan untuk menutup pupuk, kemudian tanah diberi lubang. Pelubangan cukup dilakukan menggunakan jari tangan orang dewasa dengan kedalaman sekitar 4 cm. Lubang ini bertujuan atau dimanfaatkan sebagai tempat biji untuk diletakkan pada media tanam pada tanah.

C. Penanaman

Pada langkah penanam sebaiknya dilakukan dengan teliti, yaitu dalam 1 lubang cukup diberi 3 biji bibit timun dan kemudian setelah itu tutup bibit biji yimun dengan tanah, dengan ketebalan yang merata yaitu sekitar 3 cm. Mengapa dalam 1 lubang cukup diberi 3 bibit biji timun? Karena jika bibit terlalu banyak maka resiko yang didapat yaitu pertumbuhan tanaman timun tidak akan sempurna dan juga jika bibit terlalu banyak dalam satu lubang yaitu akan mengakibatkan tanaman bergerombol sehingga tanaman tidak bisa bergerak dan berbuah dengan sempurna.

D. Perawatan

Dalam perawatan tanaman timun tidaklah sulit, karena timun merupakan tanaman yang sangat gampang untuk bertumbuh dan mudah untuk menyesuaikan pada lahan tanaman. Hal yang paling pokok pada tanaman timun yaitu tercukupi kandungan airnya. Perawatan yang dilakukan untuk tanaman timun yaitu pada saat bibit timun di usia sekitar 1 minggu dari penanaman bibit biji timun, maka biji timun akan mulai bertumbuh.

Tunggu hingga usia tanaman timun berusia 20 hari maka segera dilakukan yaitu timum diberi pupuk KCL pada sekitar tanaman dengan jarak dari tanaman paling dekat yaitu sekitar 5 cm dan juga jangan lupa diberi tiyang penyangga atau disebut juga lanjaran untuk menopang dan sebagai media merambat tanaman timun karena pada dasarnya tanaman timun adalah tanaman yang merambat.

Setelah itu sambil menunggu usia tanaman hingga 35 hari, maka dilakukan pembersihan sekitar tanaman dari tumbuhnya rumput-rumput liar, hal ini dilakukan karena pada usia sekitar 35 hari maka tanaman timun akan mulai ditumbuhi timun-timun muda atau masih pentil. Setelah itu tunggulah usia tanaman hingga 50 hari atau 2 minggu dari awal pertamanya tumbuh buah timun maka timun siap untuk di panen dan dikonsumsi.

Bagaiman? Cukup mudah bukan? Maka dari itu mulailah manfaatkan lahan kosong sedikitpun yang terdapat di sekitar rumah Anda dari pada lahan tidak terpakai dengan sia-sia. Cukup sekian tutorial cara menanam timun yang benar dari saya, semoga bermanfaat bagi Anda dan pembaca dimanapun Anda berada. Jika anda ingin membaca koleksi artikel kami lainnya silahkan baca disini.

Demikan pembahasan artikel kali ini tentang cara menanam timun yang benar, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca semua. Selamat mencoba dan semoga sukses!!!