Cara Mengolah Tanah Untuk Tanaman Cabe Yang Baik

Cara mengolah tanah untuk tanaman cabe tidaklah mudah, ada berbagai macam cara dan juga berbagai macam media untuk media bertanam. Ada yang menggunakan metode hidroponik, pot, lahan biasa dan juga sistem bedeng tumpangsari. Kali ini kami akan membahas cara pengolahan tanah dengan sistem bedeng tumpangsari. Apa yang di maksud dengan sistem bedeng tumpangsari? Bedeng tumpangsari yaitu sistem bertanam dengan media bedeng atau lahan yang di tutupi dengan plastik yang berlubang dengan berbagai macam tanaman dalam satu media atau satu lahan.

Cara Mengolah Tanah Untuk Tanaman Cabe

Sistem bedeng tumpangsari ini biasanya dalam satu bedeng ada berbagai macam banyak jenis tanaman, bisa sampai lima tanaman bahkan lebih dari lima tanaman. Contoh tanaman yg biasa di tanam dilahan bedeng tumpangsari yaitu ada cabe, loncang/daun bawang, sawi, seledri, kacang panjang/buncis, timun, dll. Tergantung dengan keinginan petani, yang penting tanaman tersebut tidak saling mematikan, atau istilahnya yaitu bisa hidup berdampingan.

Sistem bedeng tumpangsari ini selain bisa di gunakan untuk banyak tanaman, yaitu media lahan ini juga tidak mudah di tumbuhi rumput-rumput liar, dikarenakan bedeng tersebut sudah di tutupi oleh plastik berukuran sekitar 80cm-100cm dan hanya di kasih lubang untuk media bertanam. Maka dari itu banyak sekali peminat metode lahan ini pada zaman sekarang yaitu zaman petani modern.

Panduan Lengkap Cara Mengolah Tanah Untuk Tanaman Cabe

Untuk lebih jelasnya mari kita simak cara-cara untuk membuat lahan bedeng tumpangsari berikut ini:

  1. Cangkul tanah agar gembur kemudian buat lahan cangkulan dengan lebar sekitar 80cm, mencangkul adalah bertujuan untuk membuat lahan menjadi gembur atau bisa diartikan juga agar tanah tidak padat sehingga mudah untuk bertumbuhnya akar tanaman. Beri jarak dari bedeng ke bedeng tidak terlalu rapat yaitu sekitar 50cm.
  2. Setelah lahan tanah dasar selesai, maka selanjutnya di kasih pupuk kandang, bisa dari pupuk kambing/sapi dengan tebal sekitar 5cm secara merata. Agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal, bisa juga di tambah dengan taburan pupuk kandang ayam secara tipis-tipis karena jika ditabur terlalu banyak justru akan membuat hasil tanaman kurang bagus.
  3. Kemudian bahan yang harus di tambahkan diatas pupuk kandang yaitu bisa di taburi dengan mil atau bisa juga di sebut dengan gamping khusus untuk tanah, kami kasih saran penaburan ini jangan terlalu tebal dan cukup di lakukan dengan cara tipis-tipis, karena jika terlalu banyak gamping maka justru akan membuat pohon cabe atau tanaman kepanasan sehingga akan membuat tanaman tidak bisa bertumbuh dengan maksimal atau mati.
  4. Setelah bahan-bahan atau pupuk di tabur dengan merata maka selanjutnya tutup kembali lahan tersebut dengan tanah secara merata dengan ketebalan sekitar 5cm dan rata.
  5. Kemudian tutup lahan dengan plastik mulsa atau plastik khusus buat bedeng agar bedeng tidak mudah di tumbuhi rumput-rumput liar.
  6. Proses yang terakhir yaitu bedeng atau lahan yang sudah di tutupi plastik mulsa maka di kasih lubang dengan ukuran lingkaran sama dengan kaleng susu, yaitu dengan jarak per lubang sekitar 10cm. Untuk ukuran standar biasa nya satu bedeng berisi lima lubang baris, 3 untuk tanaman cabe dan yang dua lubang bisa di isi loncang atau sawi, atau bisa juga sesuai dengan selera masing-masing.

Demikian proses cara mengolah tanah untuk tanaman cabe dari kami, dan bagi anda yang ingin membaca artikel kami lainnya dapat anda lihat disini. jika ada masukan dari rekan-rekan semuanya kami persilahkan. Salam bertani, semoga sukses!!!